Uzbekistan Berencana Hadirkan Penerbangan Langsung dari Indonesia

0
7

 

Uzbekistan berencana akan menghadirkan penerbangan langsung dari Indonesia ke negaranya. Saat ini, wisatawan Indonesia yang hendak mengunjungi Uzbekistan harus terlebih dulu singgah di Singapura atau Malaysia, baru setelah itu mendarat di Tashkent (Uzbekistan).

Menteri Pariwisata Uzbekistan Anvar Sharapov mengatakan, pemerintah Uzbekistan tertarik menghadirkan penerbangan reguler langsung dari Indonesia ke negara tersebut. Hanya saja untuk proses awal, rute langsung itu akan dimulai dengan penerbangan sewa terlebih dulu dengan skema business to business (bisnis ke bisnis) yakni transaksi komersial antara pelaku bisnis.

Apabila hasilnya memuaskan, kata dia, maka barulah penerbangan langsung reguler tersebut akan dilakukan antara pemerintah Uzbekistan dengan Indonesia. “Kami kira ini cukup potensial. Kami mungkin akan melakukannya,” ujar Anvar saat bertemu dengan Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah dan In-Bound Indonesia (Asphurindo) di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, potensi jumlah wisatawan Indonesia cukup besar. Apalagi, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Di Uzbekistan, banyak destinasi wisata yang berkaitan dengan sejarah Islam. Kondisi ini, menurut dia, membuka peluang bagi Wisatawan Indonesia untuk berkunjung kesaa, termasuk jamaah umrah sepulangnya dari Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi.

Uzbekistan pun kini sedang menyiapkan adanya terminal baru sehingga nantinya akan mampu meningkatkan kapasitas daya tampung pengunjung di bandara. Sebelum bertemu Asphurindo, Anvar sudah lebih dulu bertemu Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya dan DPR yang diwakili oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. “Mereka juga berharap ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Uzbekistan,” kata dia.

Ketua Umum Asphurindo Syam Resfiadi menyebut asosiasi akan mendukung agar penerbangan langsung dari Indonesia ke Uzbekistan tidak hanya dihadirkan oleh penerbangan sewa, tetapi merambah ke penerbangan reguler. “Kami akan dorong supaya rutinitas kedatangan penerbangan ke Uzbekistan bukan hanya dilakukan antar-pelaku bisnis, tapi juga antara pemerintah,” ujarnya.

Namun, kata Syam, Pemerintah Uzbekistan akan melihat terlebih dulu apakah minat penerbangan sewa dengan rute langsung Indonesia ke Uzbekistan tergolong tinggi atau tidak. Satu pesawat sewa berkapasitas 220 penumpang. Asphurindo sendiri beranggotakan sekitar 150 perusahaan travel. “Kalau satu travel mengirim dua orang saja, sudah 300 penumpang. Kalau tidak memenuhi, nanti akan coba kami tawarkan ke yang lain. Nanti rutenya Jakarta-Bukhara, Bukhara-Jakarta,” kata Syam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here