Kemendag: Ekspor ke Uzbekistan Masih Bisa Meningkat

0
44

WE Online, Jakarta – Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Bachrul Chairi menyatakan bahwa masih terdapat ruang untuk peningkatan volume perdagangan antara Indonesia dan Uzbekistan. Hal ini mengingat masih banyak komoditas utama Indonesia yang masih belum banyak diekspor ke pasar tersebut.

“Komoditas ekspor Indonesia ke Uzbekistan saat ini belum mencakup komoditas ekspor utama seperti crude palm oil (CPO), karet, maupun kopi,” kata Bachrul, Rabu (17/12/2015).

Bachrul mengungkapkan khusus komoditas CPO dan karet, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil terbesar di Asia Tenggara. Uzbekistan, katanya,akan  makin meningkatkan permintaan atas produk-produk tersebut.

“Uzbekistan mempunyai sumber alam yang kaya raya dan yang menjadi industri soko guru ekonomi nasional adalah emas, kapas, minyak bumi, dan gas alam. Sektor pertanian, peternakan, dan pertambangan Uzbekistan juga sangat maju,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia-Uzbekistan 2014 mencapai US$13,6 juta dengan nilai ekspor sebesar US$8,7 juta dan nilai impor US$4,7 juta. Nilai ekspor Indonesia didominasi oleh produk pendingin (refrigerators, freezers, and other refrigerating or freezing equipment) dengan nilai sebesar US$5,0 juta, serta margarin US$1,6 juta.

Sedangkan impor Indonesia dari Uzbekistan pada 2014 a.l. spark-Ignition reciprocrating or rotary internal combustion piston engines (nilai impor US$3,5 juta); pulps of fibres derived from recovered (waste and scrappaper or paperboard or of other fibrous cellulosic material (US$1,1 juta); dan cotton, not carded or combed (US$0,09 juta).

Saat ini Uzbekistan menjadi mitra dagang kedua terbesar bagi Indonesia di kawasan Asia Tengah setelah Kazakhstan dan menjadi salah satu pasar negara berkembang di dunia yang strategis bagi Indonesia. Sedangkan Indonesia, merupakan Anggota penting ASEAN dengan ekonomi terbesar dan masuk dalam anggota G-20.

Mempertimbangkan potensi yang dimiliki kedua negara, Bachrul menilai akan menjadi langkah yang baik untuk meningkatkan ekonomi kedua negara dan hubungan perdagangan di kawasan Asia Tengah.

Kedua negara juga mendapatkan keuntungan dari optimism pasar secara keseluruhan dari kawasan Asia sehingga perjanjian perdagangan antara kedua pihak menjadi peluang untuk melebarkan sektor perdagangannya masing-masing.

Sumber : Warta Ekonomi 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here