Indonesia-Uzbekistan Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi

0
76

 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, kerjasama di bidang ekonomi, termasuk di dalamnya sektor perdagangan, pertanian, dan perikanan, akan menjadi prioritas bagi Indonesia dan Uzbekistan.

“Beliau mengutus Wakil Perdana Menteri datang ke Indonesia dalam mempelajari pembangunan di Indonesia, terutama mengenai masalah perikanan dan pertanian,” ujar Retno usai mendampingi Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan kehormatan Wakil Perdana Menteri (PM) Uzbekistan Zoyir Mirzaev di Istana Merdeka, Senin (21/8/2017).

Sebelum bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Zoyir Mirzaev pagi ini bertemu terlebih dahulu dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Bersama dengan Menteri Pertanian, Wakil PM Uzbekistan berbicara seputar pengembangan swasembada sejumlah komoditas seperti beras dan lain-lainnya.

“Disebutkan juga tadi ketertarikan mereka untuk mempelajari Indonesia dalam mengembangkan produktivitas di beberapa komoditas pertanian antara lain adalah lada,” kata Retno.

Di sektor perikanan, Uzbekistan sebagai sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri atas daratan, sangat berkeinginan mempelajari tentang teknik akuakultur.

Uzbekistan sangat berharap kepada Indonesia untuk dapat melakukan kerja sama konkret dalam bidang ini.

“Bapak Presiden tadi menyanggupi, setelah kunjungan ini akan ada delegasi Indonesia yang datang ke Uzbekistan untuk mewujudkan bentuk kerja sama yang diharapkan, termasuk harapan dari Uzbekistan agar para investor Indonesia dapat menanamkan modalnya di bidang perikanan dan pertanian,” kata Retno.

Perdagangan antarkedua negara mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Namun, kedua pihak sepakat dan berpandangan yang sama bahwa perdagangan tersebut masih dapat ditingkatkan lebih jauh lagi.

“Sebagaimana diketahui penduduk Uzbekistan berkisar antara 32-33 juta orang. Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan. Untuk tahun 2017, perdagangan kita dengan Uzbekistan meningkat lebih dari 250 persen,” kata Retno.

Uzbekistan kini menjadi salah satu dari sekian banyak negara yang memberikan dukungannya terhadap pencalonan Indonesia di Dewan Keamanan PBB untuk tahun 2019-2020 mendatang. Hal itu disampaikan langsung Wakil PM Uzbekistan dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo.

“Tadi juga disampaikan mengenai kepemimpinan Indonesia di OKI (Organisasi Konferensi Islam) sangat diapresiasi. Mereka juga memberikan apresiasi bagi kepemimpinan Indonesia di Asia Tenggara,” ucap Retno.

Di sela pertemuan Belt and Road Initiative yang telah diselenggarakan di Beijing beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo telah bertemu dengan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev.

Di pertemuan itu Presiden Uzbekistan menyatakan tertarik dengan sejumlah program pembangunan yang dijalankan Presiden Joko Widodo di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here