Ekspor ke Uzbekistan Bakal Melonjak Jika Indonesia Kirim Komoditas Ini

0
87
Suasana pelabuhan peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/10). Kementerian Perdagangan akan mengoreksi target ekspor 2014 sebesar 5 persen sehingga menjadi 180,5 miliar dolar AS dari sebelumnya 190 miliar dolar AS sebagai respons kondisi pertumbuhan perdagangan dunia yang terkoreksi serta kurs rupiah yang melemah. ANTARA FOTO/OJT/Sigid Kurniawan/Asf/mes/14.

 

Jakarta – Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi meyakini, Indonesia berpeluang besar untuk meningkatkan ekspor ke Uzbekistan. Pasalnya, ekspor Indonesia ke Uzbekistan saat ini belum mencakup komoditas ekspor utama seperti crude palm oil (CPO), karet, maupun kopi.

“Peluang meningkatkan ekspor produk-produk tersebut cukup terbuka. Hal ini mengingat Indonesia merupakan salah satu negara penghasil CPO dan karet terbesar di Asia Tenggara. Sementara Uzbekistan juga makin meningkatkan permintaan atas produk-produk tersebut,” kata Bachrul, Rabu (16/12).

Tercatat, komoditas ekspor utama Indonesia ke Uzbekistan pada 2014 adalah refrigerators, freezers and other refrigerating or freezing equipment (nilai ekspor US$ 5,0 juta); margarine (US$ 1,6 juta); nonwovens, whether or not Impregnated, coated, covered or laminated (US$ 0,3 juta); tea, whether or not flavoured (US$ 0,3 juta); dan soap, organic surface-active products for use as soap, in bars, cakes, etc (US$ 0,1 juta).

Sedangkan komoditas impor utama Indonesia dari Uzbekistan pada 2014 adalah spark-Ignition reciprocrating or rotary internal combustion piston engines (nilai impor US$ 3,5 juta); pulps of fibres derived from recovered (waste and scrap) paper or paperboard or of other fibrous cellulosic material (US$ 1,1 juta); dan cotton, not carded or combed (US$ 0,09 juta).

Pada 2014, total perdagangan Indonesia-Uzbekistan sebesar US$ 13,6 juta. Ekspor Indonesia ke Uzbekistan tahun itu mencapai US$ 8,7 juta dengan nilai impor US$ 4,7 juta. Adapun nilai ekspor Indonesia ke Uzbekistan pada periode Januari-Agustus 2015 sebesar US$ 3,9 juta dan impor senilai US$ 4,6 juta.

Uzbekistan, menurut Bachrul, mempunyai sumber alam yang kaya raya dan yang menjadi industri soko guru ekonomi nasional adalah emas, kapas, minyak bumi, dan gas alam. Sektor pertanian, peternakan, dan pertambangan Uzbekistan juga sangat maju. Uzbekistan merupakan mitra dagang kedua terbesar Indonesia di kawasan Asia Tengah setelah Kazakhstan dan menjadi salah satu pasar negara berkembang di dunia yang strategis bagi Indonesia. Sebaliknya, Indonesia adalah anggota penting Asean dengan ekonomi terbesar dan masuk sebagai anggota G-20.

“Melihat potensi yang dimiliki Uzbekistan dan Indonesia, akan menjadi langkah yang baik untuk meningkatkan ekonomi kedua negara dan hubungan perdagangan di kawasan Asia Tengah,” imbuh Bachrul.

Kedua negara juga mendapatkan keuntungan dari optimisme pasar secara keseluruhan dari kawasan Asia. Dengan demikian, perjanjian perdagangan ini merupakan peluang bagi Indonesia dan Uzbekistan untuk melebarkan sektor perdagangan.

sumber : berita satu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here